533 views
oleh

Sitompul: Corona Belum Usai Dihantam FlyOver lagi,Akibatnya Ngutang Demi Bertahan Hidup

DIFa TV News (Bandar lampung)-  Terjadinya pembangunan fisik disuatu tempat  semestinya menimbulkan dampak terhadap sekitar lokasi.Baik itu dampak negatif ataupun positif tentunya akan ada seiring berjalan proses kegiatan pembangunan itu.

Hal ini juga terjadi pada proses pembangunan jalan layang atau flyover yang berada di Jalan Sultan Agung, Kedaton,Bandar Lampung.Pembangunan yang telah direncanakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) setempat sejak tahun lalu itu mulai dilaksanakan terhitung sejak Juni 2020 walaupun banyak pihak yang menentang pembangunan FlyOver tersebut karena dinilai bukan hal yang urgen untuk dilakukan.

Baca juga: 

Fly Over Hampiri Rumah Warga Dan Pedagang UKM Sekitar Jalan Sultan Agung

Hujan Deras, Beberapa Wilayah di Kelurahan Kedaton Bandar Lampung Terendam Banjir

Dengan dimulainya pekerjaan pembangunan Flyover itu, banyak pedagang di sekitar pinggiran jalan itu harus memundurkan lapak dagangan mereka,dan bahkan juga ada sebagian yang mencari lokasi baru sebab di lokasi lama telah tergusur kegiatan kontruksi.

Salah satu pedagang yang masih bertahan yaitu bengkel tambal ban Milik Sitompul. Sitompul mengatakan paling merasakan dampak dari pembangunan Fly Over ini.

“Waktu pengerjaan galian kami sudah tidak bisa bekerja mencari makan karena menutup akses bengkel saya,bahkan bangunan saya pun hampir ambruk akibat dilakukan penggalian pas di depan pintu bengkel saya.”Ujarnya.

Kami ini hanya orang kecil,kerja hanya untuk cari makan sehari-hari,tapi karena pengerjaan galian ini sudah 19 hari saya tidak bisa bekerja,parahnya lagi,untuk bertahan hidup makan sehari-hari sampai harus mengutang sana sini ke tetangga dan warung sekitar.Kontraktor yang mengerjakan Flyover ini seolah tidak menganggap keberadaan kami,ditengok atau berbicarapun tidak ada sama sekali.”Ungkapnya dengan nada sedih.

Lain cerita dengan sitompul,uda zulfahmi yang sehari-hari berjualan buah dipinggiran jalan sultan agung mengungkapkan,sampai merugi sekitar 90 persen karena jualan yang habis beli tidak bisa lagi dijual kembali dikarenakan tidak ada lokasi untuk menjual,akibatnya buah-buahan tersebut menjadi busuk,pas mau dijual sudah tidak layak untuk dikonsumsi.”Keluhnya.

Uda pun mengatakan sampai makan modal untuk keperluan sehari-hari. Karena enggak bisa dagang sama sekali, iapun mengungkapkan hal yang sama belum pernah sama sekali disambangi pihak kontraktor apalagi kondisi lapak jualannya juga ikut hancur akibat adanya galian tersebut,” ujar Uda zulfahmil pemilik lapak Buah, sabtu, 4 Juli 2020.

Baca juga: 

Kontroversi Pembangunan Fly Over Sultan Agung Bandar Lampung

Pembangunan Fly Over di Sultan agung Ancam keselamatan Pengguna Jalan

Para pedagang maupun warga yang terkena dampak pembangunan Fly over tersebut berharap adanya bantuan dari pihak Kontraktor FlyOver tersebut dikarenakan merekalah yang paling merasakan dampak pembangunan tersebut,namun hingga berita ini dimuat terkesan tidak ada niat baik atau peduli dengan nasib pedagang dan warga disekitar pembanguan tersebut.

Saat dikonfirmasi terpisah ke ketua-ketua RT dan kelurahan setempat,mereka semua mengatakan belum pernah dikonfirmasi terkait adanya pembangunan Fly Over tersebut,Kalau sekedar pemberitahuan dari pihak Pemerintah Kota sudah pernah tapi itupun sebelum pengerjaan dilakukan,setelah pengerjaan dimulai tidak pernah sekalipun pihak yang terkait menemui atau berkomunikasi denganya,apalagi yang terdampak adalah warga kami dan pengerjaannya dilakukan di wilayah kami pula” Ujar Bambang Ketua RT 04 Kelurahan Labuan Ratu.

“Kita juga tau sih nanti kalau ada flyover paling enggak jalan sini sudah enggak terlalu macet lagi. Tapi khawatirnya juga ada, karena kebanyakan pedagang di bawah flyover tutup kayak di Untung, itu banyak tutup karena terhalang flyover,” ungkapnya.

Saat awak media mencari informasi terkait kompensasi atau kebijakan dari Kontraktor pekerjaan FlyOver ini,ternyata didapatkan fakta mengejutkan,Bukannya memberikan kompensasi atas para pedagang dan warga yang sangat terdampak dari pembangunan ini tetapi malah memberikan secara cuma-cuma dana perbulan kepada lembaga ataupun oknum yang sama sekali tidak jelas kontribusinya untuk pembangunan FlyOver tersebut.(*rama)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed