78 views
oleh

Setelah Sembuh dari Covid-19, Orang Masih Bisa Sebarkan Virus Hingga 8 Hari

DIFa TV News ( Life Style ) – Sebuah buku berjudul The Coronavirus: What You Need to Know about the Global Pandemic menjawab pertanyaan apakah pasien Covid-19 yang sudah sembuh masih dapat menularkan virus.

Ditulis oleh spesialis penyakit dalam, Dr Swapneil Parikh, psikolog klinis Maherra Desai, dan neuropsikiater Dr Rajesh M Parikh, diterbitkan oleh Ebury Press, buku ini mengatakan orang yang terinfeksi, ketika bersin, batuk, dan mengendus dapat menyebarkan Covid-19.

Masa penularan virus dapat dimulai sebelum seseorang jatuh sakit dan bahkan, bisa sampai setelah tampaknya sembuh. Ini memang mengkhawatirkan dan harus ada tekanan yang sama pada karantina bahkan setelah pemulihan.

Pasien yang Sembuh dapat Melepaskan Virus Hingga 8 Hari

Dilansir The Health Site, sebuah studi pada Maret 2020 yang terbit dalam American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine American Thoracic Society, menunjukkan separuh dari pasien Covid-19 ringan masih memiliki virus corona hingga 8 hari setelah gejala hilang.

Baca Juga:Banyak Laki-laki Alami Disfungsi Ereksi Saat Lockdown, Kok Bisa?

Durasi rata-rata gejala adalah delapan hari. Namun, lama waktu virus tetap menular setelah akhir gejala berkisar dari satu hingga delapan hari.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona (Shutterstock)

Itulah mengapa pakar mengatakan apabila seseorang terinfeksi virus corona, tinggallah di rumah agar tidak menulari orang, perpanjang karantina selama dua minggu setelah pemulihan untuk memastikan tidak menginfeksi orang lain.

Pakar menambahkan pasien Covid-19 dapat menularkan, bahkan setelah pemulihan gejalanya, sehingga tenaga kesehatan harus merawat pasien yang asimptomatik atau yang baru pulih dengan hati-hati seperti pasien simptomatik.

Orang yang menderita infeksi lebih parah mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih dari gejalanya. Mereka mungkin juga menular untuk waktu yang lebih lama.

Bahkan jika tidak mengalami komplikasi parah yang terbaik adalah mengambil beberapa tindakan pencegahan untuk menghindari penularan penyakit kepada orang lain.(*Red)

 

Dikutip Dari Himedik.com

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed