137 views
oleh

Program PTSL Di Kampung Adijaya Diduga Sarat Pungli, SKB 3 Menteri Jadi Pepesan Kosong

DIFa TV News (Lampung Tengah) – Program nasional Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap atau Program PTSL yang Di Subsidikan Ternyata Di Laksanakan Tidak Sesuai Peraturan Yang Telah Di Tetapkan Oleh SKB 3 Menteri Pada Tanggal 22 – Mei – 2017.

Pasalnya, Program PTSL yang dicanangkan pemerintah pusat tersebut, dipungut biaya hingga Rp 500 Ribu Rupiah Per-Sertifikatnya.

Saat Awak Media Melakukan Kontrol Sosial dan menanyakan Teknis Pelaksanaan dan pembiayaan terkait program pembuatan sertifikat masal (PTSL) Kepada warga atau Si Pemohon yang mengikuti program ters Di Kampung Adijaya Kecamatan Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah Warga/Si Pemohon Menjelaskan Kepada Awak Media, “Saya sudah bayar Rp 500 Ribu Rupiah Melalui Tim Pelaksana PTSL Kampung Adijaya.

Baca Juga  : Dana BLT Covid-19 Disunat, Kepala Dusun dan Anggota BPD Ditangkap

Sistem Pembayaran Di Lakukan secara bertahap, pada tahap awal saya harus membayar Rp 250 ribu rupiah setelah pengukuran di lakukan, dan bila sertifikat sudah jadi saya membayar lagi Rp 250 ribu rupiah, dan apabila sertifikat yang saya buat tidak jadi maka uang Rp 250 ribu rupiah yang saya bayar di awal setelah pengukuran tidak akan di kembalikan lagi, tapi saat ini sertifikat sudah jadi dan sudah saya dapatkan, Sedangkan untuk persyaratan agar saya bisa mengikuti program pembuatan sertifikat masal tersebut saya sudah memiliki alas hak tanah yang jelas, yaitu Akte Jual Beli (AJB) “imbuh warga kampung adijaya kecamatan terbanggi besar kabupaten lampung tengah, yang namanya enggan dipublikasikan,
Selasa.

Saat di temui di kediaman nya untuk di konfirmasi ketua Pokmas Kampung Adijaya mengatakan, memang benar untuk pembiayaan program pembuatan sertifikat masal (PTSL) Di kampung Adijaya sebesar Rp 400 sampai Rp 500 ribu rupiah persertifikatnya, untuk warga atau si pemohon pembuat sertifikat yang sudah memiliki alas hak tanah kami pungut Rp 400 ribu rupiah, dan untuk yg belum memiliki alas hak tanah maka kami memungut Rp 500 ribu rupiah, dan untuk ketentuan pembiayaan program pembuatan sertifikat PTSL tersebut kami sudah membuat peraturan kampung (PERKAM) Yang sudah di sah kan oleh Kabag Hukum, dan total keseluruhan kuota yang kami kelola di kampung Adijaya Kecamatan Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah adalah 841 sertifikat, dan pelaksanaan program PTSL kami lakukan pada tahun 2019 Lalu, “Jelasnya.

Baca Juga  : Kartu PKH Dipegang Ketua Kelompok Setiap Pencairan ,Penerima Bantuan Cek Saldo ATM Kosong

Di jelaskan dalam peraturan SKB 3 Menteri untuk Pembuatan sertifikat lahan melalui program PTSL khususnya di Provinsi Lampung biaya yang harus di bayar yaitu sebesar Rp 200 ribu per-sertifikatnya, Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri yakni Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional RI, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Desa, Pembangunan daerah tertinggal dan Transmigrasi.

Dari hasil himpunan awak media di lapangan sudah jelas bahwa program pembuatan sertifikat masal (PTSL) Di Kampung Adijaya Kecamatan Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah Diduga Pungli Berjama’ah, karena untuk pembiayaan yang di tetapkan oleh Tim Pokmas Kampung Adijaya Melebihi Peraturan Yang Telah Di Tetapkan Oleh pemerintah dan tidak sesuai dengan acuan yang telah di tetapkan SKB 3 Menteri.(*Hermansyah B/Rilis)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed