321 views
oleh

Pembangunan Fly Over di Sultan agung Ancam keselamatan Pengguna Jalan

DIFa TV News (Bandar lampung)- Keluhan warga sekitar dan pengguna Jalan terkait pembangunan Fly Over di Sultan Agung kepada PT. Sang Bima Ratu ( SBT) selaku Kontraktor yang kurang memperhatikan keselamatan pengendara,karena selain bisa menyebabkan terjadinya kemacetan panjang yang paling berbahaya bisa menimbulkan kecelakaan pagi pengguna jalan.

Pantauan Jurnalis DIFa TV News Online, Rabu (1/07/2020) konstruksi jalan di Sultan Agung sangat kacau dan rawan kecelakaan. Pasalnya selain minimnya pembatas jalan, jalan di sultan Agung juga banyak tanah bekas galian sedikit berpasir di sekitar badan jalan.

Baca juga: Kontroversi Pembangunan Fly Over Sultan Agung Bandar Lampung

Tanah bekas galian masih berserakan di pinggir jalan.

‎Terlebih saat  terjadi hujan terlihat di beberapa titik menjadi becek dan licin.Sisa-sisa tanah merah dari galian, dan ceceran gumpalan tanah yang berjatuhan di jalan sultan agung sama sekali tidak dibersihkan oleh pihak kontraktor. Hal ini tentunya sangat berbahaya khususnya bagi kendaraan roda dua.

Terlebih lagi box culvert untuk pengerjaan gorong-gorong yang diletakan disembarang tempat bahkan ada yang diletakan disamping jalan tepat batas aspal jalan raya tanpa di pasangi Garis pengaman.

Tampak Box Culvert untuk pembuatan gorong-gorong yang diletakan disembarang tempat oleh pekerja FlyOver.

Pada saat dilakukan pengalian disamping jalan  mulai sekitar  jam 10 pagi hingga sore hari  oleh pekerja Flyover untuk pembuatan gorong-gorong juga mengabaikan keselamatan pengguna jalan,dimana Alat Berat Eskavator berada tepat disamping jalan sambil beroperasi.kesalahan sedikit saja bisa berakibat fatal bagi pengguna jalan.

Baca juga: Fly Over Hampiri Rumah Warga Dan Pedagang UKM Sekitar Jalan Sultan Agung

Salah satu pengguna kendaraan jalan raya yang sehari-hari melintasi jalan tersebut Imran mengatakan semestinya pengerjaan Flyover ini memperhatikan Keselamatan Pengguna Jalan karena siang hari kendaraan banyak dan ramai  agar tidak ada pekerja maupun pengendara yang menjadi korban.”Ujarnya.

Ditambahkan Muksin jalan tersebut kerap berbahaya ketika malam hari, lantaran penerangan yang kurang memadai. Dia berharap, pembangunan drainase ini segera selesai sehingga bisa mengurangi kecelakaan.  “Saat malam kadang bahaya juga, saya tiap hari lewat di daerah ini kalau berangkat kerja,sebab sudah buru-buru, jadi terkadang tidak memikirkan jalanan lagi,” ujarnya.(*Rama)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed