421 views
oleh

Lagi!! Kartu ATM dan Buku Tabungan Bansos Dipegang Ketua Kelompok PKH,Ketum LSM LIPAN: Ini Modus lama

DIFa TV News (Tulang Bawang Barat) – Warga Tiyuh Gunung Menanti, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat, mengeluhkan Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH). Hal itu dipicu akibat pencabutan hak penerima beberapa Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang di nilai tanpa adanya sepengetahuan lebih dulu.

Hairul Saleh, suami dari Karlina KPM yang haknya sebagai penerima bansos PKH dicabut menyampaikan, dirinya mengaku kaget atas kebijakan pemerintah yang telah mencabut keluarganya dari daftar penerima PKH.apalagi keluarganya berdasarkan komponen masih layak menerima bansos PKH. Sebab dirinya mempunyai 2 anak yang masih sekolah.

Baca juga:BLT Tak Tepat sasaran,Warga Kecewa Bakar Kantor Desa

“Saya bingung atas kebijakan pemerintah yang telah mencabut PKH milik istri saya, padahal saya masih punya 2 anak yang masih berada di bangku sekolah,” keluhnya, Jum’at (19/06/2020)

Ia menambahkan, pencabutan hak sebagai penerima PKH tanpa ada sehelai pun surat pengunduran diri, namun istrinya tiba-tiba di beritahukan bahwa sudah tidak berhak menerima PKH dengan alasan, sudah tidak layak lagi.Padahal rumah saya masih berdindingkan Geribik dan berlantaikan tanah.

Baca juga:Kartu PKH Dipegang Ketua Kelompok Setiap Pencairan ,Penerima Bantuan Cek Saldo ATM Kosong

Ia juga menjelaskan, selama masih terdaftar menjadi penerima program PKH Kartu ATM memang tidak ditangan peserta KPM, melainkan di tangan ketua PKH kelompok PKH, dirinya juga mengaku pernah menanyakan keberadaan kartu ATM tersebut agar di kembalikan, untuk dijadikan sebagai kenang kenangan, namun pihak ketua PKH, beralasan sudah di serahkan kepihak dinas sosial.

Contak Center Aduan PKH

“Selama ini istri saya tidak menyimpan ATM tersebut, yang menyimpanya ketua kelompok PKH, istri saya hanya dikasih tahu kalau pas bantuan sudah keluar, Ketua PKH datang kerumah-rumah dengan cara berkeliling, untuk datang kerumah ketua PKH mengambil duit, yang diserahkan langsung oleh ketua kelompok,” pungkasnya.

Senada juga di sampaikan Fauzah yang di wakili oleh Rahman menerangkan bahwa dirinya menjadi peserta sudah hampir bebarapa tahun dengan katagori KPM PKH. Namun saat ini telah di putus tampa sebab,saya sudah pertanyakan dengan Pendamping PKH kenapa saya di putuskan dari perserta PKH atau penerima bansos,menurut Pendamping PKH,yang memutuskan Kepala Dusun atau RK,kata Pendamping,tutur Rahman.

Setelah saya tanyakan dengan RK atau Kepala Dusun,dia-red mengatakan tidak,bahwa dia Kepala Dusun tidak pernah mencoret saya selaku penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan PKH.

“Dengan peristiwa yang menimpa keluarga saya dalam hal saya yang di putus tanpa sebab saya hanya menpertanyakan kepada Pemerintah Dinas Sosial Kabupaten Tulang Bawang Barat”Melalui media ini”kenapa saya di putus”?…tanya Herman.

Baca juga:Dipenjara 5 Tahun Atau Denda Rp 50 Juta Bagi Yang Pura-Pura Miskin Demi Terima Bantuan PKH

Adapun hal lain yang kami tanyakan kemana Kartu Keluarga Sejahtera KKS ATM PKH kami selama ini,sebab semenjak istri saya menjadi peserta PKH tidak pernah mendapatkan atau menerima kartu KKS-ATM dan Buku Tabungan Rekening Bank.

“Ya selama ini tidak tau di mana kartu dan buku tabungan itu berada,namun menurut Pendamping PKH.Buku tabungan dan KKS-ATM-PKH ada di Dinas Sosial,itu kata Pendamping PKH,”katanya.

Sementara Herman mewakili istrinya yang merupakan KPM PKH yang masih Aktip juga mempertanyakan keberadaan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) ATM PKH dan Buku Tabungan Rekening Bank.

“Untuk bantuan PKH ini sebenarnya tidak ada masalah bagi saya, namun ada yang mengganjal dipikiran saya kemana ATM PKH dan Buku Tabungannya, karna sejak pertama kami menerima Bantuan PKH memang Atm dan Buku Tabungannya Tidak dibagikan Kepada kami Keluarga Penerima Manfaat Pkh,” papar Herman

Menurut herman, dirinya pernah mempertanyakan tentang kartu ATM dan Buku tabungan kepada ketua kelompok pkh,namun sampai saat ini belum diberikan.

“Sudah saya tanyakan kepada ketua kelompok Pkh, namun beliau menjawab kartu Atm dan buku Tabungan Ada di Pendamping, begitupun sebaliknya, dan yang saya sangat berharap agar apa yang menjadi keluhan saya dapat di berikan”.Harapnya.

Menanggapi hal yang di sampaikan KPM Desa Gunung Menanti, Mintaria Gunadi mewakili Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Independen Pemantau Anggaran Negara (LIPAN) Mengatakan modus operandi yang seperti ini, tidak asing. (Red)

Video :

 

Alur BLT Covid-19

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed