345 views
oleh

Kontroversi Pembangunan Fly Over Sultan Agung Bandar Lampung

DIFa TV News (Bandar lampung) – Pembangunan flyover di Jalan Sultan Agung oleh Pemerintah Kota Bandar lampung  dinilai tidak akan menyelesaikan masalah kemacetan di Kota Bandar Lampung.

Hal tersebut diungkapkan oleh pakar tata kota dan juga Dosen Magister Teknik UBL Ilham Malik .Dia menyebutkan untuk menyelesaikan kemacetan, Pemerintah Kota Bandar Lampung diminta untuk menyediakan dan membenahi angkutan massal.

“Penyelesaian dengan penambahan jembatan, ini keliru. Penambahan jembatan bukan solusi mengurangi kemacetan,” ujarnya, Rabu (17/06/2020).

Selain bukan solusi atasi kemacetan, Ilham menilai pembangunan flyover akan membebani APBD. Padahal masih banyak persoalan yang harus dituntaskan bukan hanya kemacetan saja.

Baca juga: Hujan Deras, Beberapa Wilayah di Kelurahan Kedaton Bandar Lampung Terendam Banjir

Sebelumnya beberapa waktu lalu Penolakan itu disuarakan oleh Anggota Komisi II DPRD Bandarlampung, Hetti Friskatati. Menurut politisi partai golkar itu saat ini pemkot punya banyak tunggakan yang harus diselesaikan. Sehingga pembangunan proyek mercusuar sebaiknya ditunda.

“Seharusnya proyek- proyek besar pemkot ditunda. Anggarannya digeser untuk penanganan corona agar lebih maksmial,” tegas Hetti kepada awak media

“Apa urgensinya pembangunan flyover itu? Seharusnya pemkot lebih bijaksana untuk menundanya. Begitupun pembangunan gedung parkir, pasar smep dan lainnya,” jelas Hetti.

Jika ditinjau ulang, semua proyek tersebut belum mendesak. Lebih baik ditunda tahun depan. “Saat ini yang dibutuhkan adalah introspeksi diri. Yang lebih dikedepankan adalah bagaimana caranya rakyat agar terhindar dari wabah Covid-19,” tegasnya.

Baca juga: Pemerintah Bangun Rusunawa dan Embung di Universitas Lampung

Ditambahkan Muksin Pengurus Masjid Muawanah menyebutkan flyover sultan Agung tidak menyelesaikan masalah kemacetan, namun memunculkan titik baru kemacetan karena jalannya menjadi kecil. Jikapun pembanguan flyover menjadi solusi, harus dilakukan dengan perencanaan matang.

“Tidak mungkin dengan adanya flyover dititik itu mengurangi kemacetan. Perencaannya harus matang jangan ujug-ujug, tidak serta merta dengan jembatan itu akan selesai,” ucapnya.

Salah satu warga yang terdampak dengan adanya pembangunan FlyOver tersebut Nurdin Chaniago memaparkan pembangunan flyover sultan agung berdampak pada terhentinya aktivitas ekonomi mereka karena letaknya sangat dekat dengan kawasan pembangunan tersebut.

Pedagang yang tempatnya berdekatan dengan pembangunan Fly Over Sultan Agung

“ Jadi, kehadiran proyek atau bangunan flyover ini benar2 sangat memukul aktivitas ekonomi di kawasan ini,kami mau berjualan sudah tidak bisa. Karena itu, ia berharap Pihak pemkot atau WaliKota memperhatikan nasib kami dikarenakan pelaku ekonomi disekitar pembangunan FlyOver ini juga lumayan banyak,” imbuhnya saat diwawancarai awak media DIFa TV.

Baca juga: Firmansyah Bustomi sambangi korban banjir di 3 lokasi wilayah Bandar Lampung

Untuk diketahui,proyek Pembangunan FlyOver ini sudah berjalan sejak beberapa hari yang lalu.selama proses pengerjaan flyover di Jalan Sultan Agung, arus lalu lintas terkadang harus ditutup untuk mengurangi kemacetan dan memasukkan alat berat ke lokasi.

Pembangunan jalan layang (fly over) di Jalan Sultan Agung Bandar Lampung dianggarkan dana sebesar Rp 35 miliar.Pembangunan fly over tersebut tidak memakai lahan warga jadi tidak ada pembebasan Lahan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Setempat. (Rama)

 

Video  :

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed