213 views
oleh

Kepala Dusun di Lampung Tengah Potong BLT DD Rp. 50.000/ Kepala keluarga

DIFa TV News (Lampung Tengah) – Bantuan langsung tunai dana desa ( BLT DD) untuk warga kampung yang terdampak wabah covid-19 Rupanya dimanfaatkan oleh, Heri oknum kepala dusun 10 Kampung watu agung kecamatan kali rejo kabupaten lampung tengah provinsi lampung.

Bukannya turut mendukung, mengawasi, dan mensukseskan apa yang di intruksikan oleh presiden republik indonesia ( Ir, joko widodo) bersama pemerintah daerah, Oknum kepala dusun tersebut justru, mencari kesempatan untuk meraih keuntungan pribadi, karna dengan jelas dan sengaja telah berani meminta uang kepada penerima BLT DD sebesar Rp. 50.000 ( lima puluh ribu rupiah ) Per kepala keluarga, dengan dalih untuk memberi warga yang tidak mendapatkan Bantuan BLT DD. Kata sumber yang sekaligus sebagai penerima BLT DD. Pada saptu ( 20/06/2020 ) dirumahnya Dusun, 10 Rt, 19.kampung watu agung.

Baca Juga  : Dana BLT Covid-19 Disunat, Kepala Dusun dan Anggota BPD Ditangkap

Lebih lanjut sumber mengatakan selain pemotongan, BLT DD. Kepala dusun juga terkesan tebang pilih dan tidak adil dalam pendataan / pengajuan Data, pasalnya Rt, 20. Hanya 4 KK sedangkan untuk Rt. 19. 12 KK. Yang dipotong, Rp. 50.000. Ini hanya Di Rt, 19 saja. Selain pemotongan kepala dusun juga melontarkan omongan yang tidak pantas di lontarkan seorang prangkat kampung, karna kepala dusun mengatakan maka Rt, 20. Hanya 4 KK yang dapat BLT DD. Karna warga Rt, 20 orangnya susah di atur. tutup sumber kepada Tim media ini.

Baca Juga  : Kartu PKH Dipegang Ketua Kelompok Setiap Pencairan ,Penerima Bantuan Cek Saldo ATM Kosong

Ditempat terpisah kepala kampung watu agung‘ Triyadi ‘ saat dikonfirmasi oleh awak media Di ruang tunggu kepala kampung, membenarkan adanya pemotongan BLT DD. Sebesar Rp. 50.000.tapi ini bukan pemotongan namun ini inisiatif dari para KPM ( kelompok penerima manfaat ) , dan uang tersebut diberikan kepada warga yang tidak mendapatkan BLT DD. Dan masalah ini sudah selesai dengan cara musyawarah yang tertuang dalam berita acara, jadi tidak ada masalah kata kepala kampung.

 

Kontributor  : Mansyur

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed