1.372 views
oleh

Kartu PKH Dipegang Ketua Kelompok Setiap Pencairan ,Penerima Bantuan Cek Saldo ATM Kosong

DIFa TV News (Lampung Tengah) – Bantuan program keluarga harapan (PKH) di kampung Sukosari, Kecamatan kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah,Lampung diduga digasak  oknum yang tidak bertanggung jawab. Salah satu keluarga penerima manfaat PKH di kampung Sukosari Turiyah warga Rt, 003/Rw,002.

Tak henti-hentinya mengusap tetesan air mata sedihnya. Gambaran pahitnya hidup yang di alami oleh Turiyah, saat awak media Anjangsana dirumahnya, turiyah dan sumarno ( suaminya red )Keluar dari dalam rumahnya, mas dari mana sini mas masuk. Maklum Gubuknya orang miskin ya? Begini keadaannya, Sapa Turiyah dalam bahasa jawa, saat awak media ini berada didepan rumahnya selasa ( 9/6/2020 ).

Kartu ATM PKH atas nama Turiyah Keluaga penerima Program bantuan PKH kampung Suko Sari.

ia menceritakan kisah hidupnya bersama suami, anaknya.mengeluhkan Ia mengatakan sudah tujuh kali pencairan kartu PKH setiap di cek Saldo rekeningnya kosong  dari jumlah yang seharusnya didapat. Berdasarkan pengakuan  keluarga penerima manfaat PKH tersebut.

Baca Juga  : Dana BLT Covid-19 Disunat, Kepala Dusun dan Anggota BPD Ditangkap

Warga miskin ini justru tidak mendapatkan bantuan apa-apa. Turiyah hanya bisa mengelus dada dan diam seribu bahasa, saat mendengar dan melihat warga kurang mampu dikampung suko sari setiap bulan menerima berbagai program bantuan dari pemerintah.

lanjut menurut turiyah saat mengkonfirmasi Nur selaku ketua kelompok mengatakan kartu saya sudah diblok oleh pusat. Karna penasaran Turiyah selaku pemilik Kartu tersebut langsung mendatangi Bank BRIlink namun,sampainya di bank , turiyah kaget karna kata teller Bank tersebut uangnya keluar terus kok buk tapi sudah ada yang ngambil uangnya.

Karenaa kaget turiyah langsung menemui Nur, selaku ketua klompok dikampung suko sari, setelah turiyah menceritakan keterangan dari bank BRIlink,Nur bersumpah tidak pernah menerma uangnya. kata turiyah kepada media ini.

Hal ini juga sudah dikonfirmasi ke ketua Pendamping PKH Maisaroh namun menurutnya hanya mendapatkan jawaban yang sabar,sabar,”Ungkapnya sambil mengelus dada.

Baca Juga  : BLT Tak Tepat sasaran,Warga Kecewa Bakar Kantor Desa

Informasi yang didapat wartawan dilapangan, setiap akan pencairan kartu tersebut memang terkumpul semua sama ketua Kelompok di Desanya.

Saat awak media melakukan konfirmasi kepada Nur selaku ketua kelompok kampung sukosari.ia mengatakan tadinya Turiyah dapat bantuan dan kalau digesek gak ada uangnya,menurutnya saat iya mengkonfirmasi ke pendamping PKH Siti Maisaroh kartu ATM-nya diblokir karena datanya ganda dan Nama di KTP dan Kartu PKH Berbeda satu huruf namun sebelum kejadian ini turiyah masih bisa menerima bantuan tersebut.

Logikanya kalau memang kartu ATM diblokir langsung dari pusat mestinya penerima tidak bisa menggunakan lagi kartu tersebut namun nyatanya saat dilakukan pengecekan saldo masih bisa hanya saja saldo ATM nya sudah tidak ada atau kosong.

Ditempat terpisah Siti maisaroh ketua pendamping PKH saat dikonfirmasi mengatakan Kartunya sudah diblok dari pusat karena data ganda.namun setelah Ketua Pendamping PKH mensinkronkan data,nama yang sama dua orang tersebut berbeda data dilihat dari NIK-nya,mungkin dari pusat menganggap gak pernah keluar karena ganda,tuturnya.

Saat ditanya seperti apa solusinya untuk menyelesaikan masalah ini Ketua PKH tersebut tidak tahu dan mengatakan ya gimana lagi.

Semestinya  program nasional dengan anggaran yang cukup besar tersebut harus berjalan sesuai dengan aturan.

“Sudah ada MOU dengan Kepolisian RI dan harus berjalan sesuai aturan dan tidak boleh ada siapapun yang bermain-main dengan nominal bantuan karena ada sanksi hukum yang menanti apabila terjadi hal tersebut.(Adm)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed