4.763 views
oleh

Kapolri : Sikat Tanpa Ampun Pelaku Korupsi Bansos Di Saat Pandemi Covid-19

DIFa TV News (Jakarta) – Kapolri Jenderal Idham Azis merespons cepat permintaan dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk menindak pelaku korupsi selama pandemi COVID-19.

Terutama terkait penggunaan anggaran penanganan virus corona sebesar Rp 677,2 triliun.

BACA JUGADana BLT Covid-19 Disunat, Kepala Dusun dan Anggota BPD Ditangkap

Kapolri pun berkomitmen untuk menindak tegas siapa saja pihak yang berani menyelewengkan dana yang digelontorkan pemerintah untuk membantu perekonomian warga di tengah pandemi COVID-19.

“Dalam situasi kondisi pandemi seperti ini apabila ada yang menyalahgunakan maka Polri tidak pernah ragu untuk sikat dan memproses pidana,” ujar Jenderal Idham Azis dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (15/6).

BACA JUGAKartu PKH Dipegang Ketua Kelompok Setiap Pencairan ,Penerima Bantuan Cek Saldo ATM Kosong

Idham menegaskan, bahwa korps baju cokelat telah membentuk satuan tugas (satgas) khusus di bawah komando Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo.

Mantan Kapolda Metro Jaya ini menyebut bahwa satgas itu tidak akan segan-segan menindak oknum yang menyalahgunakan dana yang dikhususkan bagi rakyat itu.

BACA JUGADipenjara 5 Tahun Atau Denda Rp 50 Juta Bagi Yang Pura-Pura Miskin Demi Terima Bantuan PKH

“Polri sudah membentuk satgas khusus di bawah kendali Kabareskrim,” tegas Idham.

Bekas Kadiv Propam Polri ini juga mengingatkan agar semua pihak jangan sampai menyalahgunakan kelonggaran aturan penggunaan dana COVID-19 dengan tujuan memperkaya diri.

“Presiden sudah mempermudah proses pencairan dana COVID-19. Awas, siapa saja yang ingin bermain curang, akan saya sikat. Hukumannya sangat berat,” tandas Idham.

 

Dikutip dari JPPN.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 comment

  1. Sangat jelas kelihatan penyelewengan ini mulai dari bawah RT/RW, aparat desa. Saya tahu infonya dan lihat sendiri bahwa dana ini diselewengkan, bancakan uang yang tdk tepat sasaran dipakai / dibagi2kan buat kroni2nya, banyak yang seharusnya mendapatkan dana ini tetapi tdk, saya kira pemerintah mengeluarkan dana ini sia2 dan mubazir tdk manfaat bg banyak rakyat miskin yg seharusnya mendapatkan dana ini, wallohu a’lam

News Feed