265 views
oleh

Fly Over Hampiri Rumah Warga Dan Pedagang UKM Sekitar Jalan Sultan Agung

DIFa TV News (Bandar lampung)- Pembangunan jalan layang atau fly over di Jalan Sultan Agung sudah dimulai sejak beberapa hari yang lalu. Babak baru dalam pembangun ini telah dimulai,dimana telah dilakukan Penggalian menggunakan alat berat oleh pekerja pembangunan FlyOver tersebut.

Pemantauan DIFa TV News Lampung, Sabtu  20 Juni 2020, sekitar pukul 11.00 WIB, sementara dilakukan pengagalian di sisi kiri badan Jalan sultan Agung sepanjang kurang lebih 20 meter.Terlihat pekerja sementara Mengeruk tanah pas batas sering yang berbatasan dengan bangunan warga sekitar jalan tersebut sampai kedepan pintu.

Pedagang dan Warga yang tinggal di kawasan tersebut sangat mengeluhkan pembangunan flyover yang sedang dikerjakan di kawasan tersebut. Warga mengeluhkan penutupan jalan yang diberlakukan di putaran sebelum radio Elshinta ke arah MBK karena menyebabkan kemacetan hingga menyulitkan dalam beraktivitas.

Belum lagi penyempitan jalan karena proses pembangunan membuat kemacetan tidak bisa dihindari.

Baca juga: Kontroversi Pembangunan Fly Over Sultan Agung Bandar Lampung

Hal ini mengakibatkan warga yang menempati wilayah rumah maupun warung tidak bisa melakukan aktifas mereka sehari hari ataupun sekedar keluar masuk tempat mereka.Bahkan barang barang mereka seperti barang untuk berjualan maupun  kendaraan berupa motor terjebak di antara pengerukan tersebut dikarenakan akses masuk ke tempat mereka yang tertutup.

“ Sekarang ini untuk berjualan maupun beraktifitas kami sudah tidak bisa,semntara kami cari makan sehari hari dari berjualan disini.Pihak Kontraktor juga terkesan acuh seolah tidak menganggap keberadaan kami disini.Jangankan berdiskusi dengan kami untuk melihatpun tidak sama sekali.”Ungkap Zulfahmi Pedagang buah yang lokasinya terkena imbas pembangunan ini.

Senada dengan yang ucapkankan Zulfahmi,hal ini juga diamini oleh Sitompul yang sehari harinya bekerja membuka bengkel.”kemarin kami diterpa dengan Wabah Corona,belum kelar Corona sudah dihantam lagi dengan pengerjaan flyover ini.otomatis bengkel saya tutup sejak beberapa hari lalu,sementara kami harus makan.”Ujarnya dengan penuh kesedihan.

Tolonglah kami,setidaknya ada kebijaksanaan dari Pihak Pemerintah Kota dan Pihak kontraktor memikirkan nasib kami sehari-hari seperti apa.Kami benar benar sangat merasakan dampak ekonomi akibat adanya pembangunan Flyover ini.

Sampai saat ini belum ada dari pihak kontraktor atau pemerintah menyambangi kami atau memikirkan bagaimana kami.”Sitompul Menambahkan.

Keluhan lain pun juga datang dari salah satu warga RT01, Kelurahan Kota Sepang. Warga bernama Nurdin Chaniago ini pun mengutarakan hal yang sama. Banyak warga yang kesulitan karena macetnya,” terang dia. Pihaknya berharap Pemerintah Kota  bisa menanggapi hal ini dan mencarikan solusi guna menyelesaikan kendala warga setempat.

Baca juga: Hujan Deras, Beberapa Wilayah di Kelurahan Kedaton Bandar Lampung Terendam Banjir

Ditempat terpisah saat awak media mencoba mengkonfirmasi ke pihak pengerjaan Fly Over ini,Salah seorang pengawas mengatakan mereka juga hanya bekerja sesuai dengan apa yang diperintahkan Atasan,mengenai kompensasi ataupun apa istilahnya mereka tidak tahu menahu mengenai masalah itu apalagi tidak ada pembebasan lahan yang dilakukan oleh pemerintah atas tanah warga.

Antara kontraktor dan Pihak Pemerintah Kota sendiri terkesan saling lempar bola mengenai nasib warga dan pedagang yang terdampak dari pembangunan fly Over ini.

Untuk diketahui Proyek pembangunan FlyOver sultan agung ini menelan biaya sekitar 35 Milyar dan tendernya dimenangkan oleh PT Sang Bima Ratu (SBR) selaku kontraktor pengerjaan Fly Over sultan Agung Tersebut. (Rama)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed