542 views
oleh

Dugaan Ijazah Bodong Salah Satu Pejabat di Lampung, Dinas Pendidikan Provinsi Terkesan Menutupi

DIFa TV News (Bandar lampung)- Sempat viral beberapa tahun lalu, dugaan oknum pejabat di Lampung menggunakan ijazah palsu. Kasus ini pernah dilaporkan ke Polda Lampung, namun ahirnya dingin-dingin saja.

Menyikapi hal itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat Lembaga Independent Pemantau Anggaran Negara (DPP LSM – LIPAN) Indonesia, Abbas Mutian Saleh, mencoba mengklarifikasi kasus tersebut.

” Kami, dari Lipan, sudah meminta klarifikasi kepada Dinas kepala Pendidikan Provinsi Lampung dengan nomor surat 054/DPP-LIPAN/V/2020, pada bulan Mei Lalu, ” kata Abbas, saat ditemui awakmedia, Jum’at (19-06-2020).

Baca juga: Fly Over Hampiri Rumah Warga Dan Pedagang UKM Sekitar Jalan Sultan Agung

Dalam surat tersebut, lanjut Abbas, kami mendesak kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampumg untuk menjelaskan keabsahan ijazah oknum pejabat tersebut.

” Kami mempunyai data terkait, dugaan ijazah palsu itu, dan kamipun mempunyai bukti pembanding iajazah asli dengan tahun yang sama. Dari dua ijazah tersebut, ada kejanggalan pada copy ijazah oknum pejabat itu, yaitu, pada cap tiga jari sepertinya ditimpa pakai pas foto dan itu sangat terlihat jelas sekali. Sedangkan pada ijazah pembanding terlihat jelas cap tiga jari terletak diatas pas foto. Atas kejanggalan itu kami laporkan ke dinas,” terangnya.

Namun, dinas pendidikan terkesan menutup-nutupi.Surat klarifikasi kami, hingga kini belum dijawab.

Plt. Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Menengah Atas, Desmasari, awalnya mengatakan kepada Ketua Harian DPP Lipan,Joni Zantoni, akan segera memberikan jawaban.

Baca juga: Kontroversi Pembangunan Fly Over Sultan Agung Bandar Lampung

Surat dari Lipan, sudah didispo sisikan kepada saya, dan kami akan buatkan dulu redaksinya” kata Desmasari, saat ditemui dikantor nya beberapa waktu lalu.

Saya sudah perintahkan staf saya untuk menulis surat jawaban,” kata Desmasari. Namun, pada akhirnya surat klarifikasi belum terjawab, dengan alasan beliau ada tugas diluar kantor.

Sementara, Trio, staf di bidang pendidikan yang sudah diperintah kan Kabid untuk memberikan jawaban terkesan menghindar saat hendak ditemui.

Beliau selalu tidak berada ditempat, saat hendak ditemui, kata Ketua Harian DPP Lipan, Joni Zantoni.

Pak Trio terkesan menghindar, saya bulak balik kekantor dinas pendidikan provinsi beliau selalu tidak ada ditempat, sakit, katanya,” tutur Joni, kesal.

” Saya sedang sakit, pak, begitu kata pak Trio, saat saya hubungi via selulernya,” kata Joni menirukan ucapan Trio.

Sementara itu, Ketum Lipan, Abbas, akan melayangkan surat somasi, jika Dinas Pendidikan tidak memberikan jawaban surat klarifikasi sampai hari Senin (22-06-2020).

 

Kontributor Mansyur

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed