254 views
oleh

Bukannya Jualan Ayam,Anton Nyari Rejeki Ancam Sebar Video Mesum TKW Taiwan Asal LamTeng

DIFa TV News (Lampung Selatan) – Peras Korban dengan meminta sejuamlah uang, Anton Sujarwono (31) Ancam Sebar Video Asusila wanita yang merupakan kenalannya di media sosial.

Dia ditangkap lantaran menyebarkan video asusila korban berinisial AS asal Lampung Tengah yang berprofesi sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di Taiwan di media sosial (medsos).

Pria yang sehari hari berprofesi sebagai pedagang ayam ini melakukan upaya pemerasan dengan mengancam akan menyebar video asusila kepada wanita yang menjadi mangsanya ke media sosial.

Baca juga:Baru Kenal di Facebook, Pemuda Ini Garap Gadis 15 Tahun di Rumahnya

Motif yang digunakan warga Desa Sidoharjo, Way Panji, Lampung Selatan itu adalah “Modusnya pura-pura pacaran, kemudian video call direkam  membuat video asusila yang melibatkankorban.

Beberapa saat kemudian, tersangka menghubungi korban dengan meminta sejumlah uang.

Pejabat Sementara (PS) Kasubdit V Cyber Crime Kompol Rahmad Mardian

Jika tidak, dia mengancam akan menyebar video asusila sang wanita kemedia sosial.

Aksi Sujarwono terhenti setelah aparat melakukan penyelidikan dan akhirnya Subdit V Cybercrime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung berhasil menagkap pelaku, Kamis, 2 Juli 2020

Dirreskrimsus Polda Lampung Kombes Ade Safri Simanjuntak melalui  Pejabat Sementara (PS) Kasubdit V  Cyber Crime Kompol Rahmad Mardian membenarkan hal tersebut. “Perkara ini sudah kami lidik sejak dua minggu lalu. Kami melacak keberadan pelaku ada di Lampung Selatan. Kami langsung mengamankan yang bersangkutan langsung dan setelah diperiksa ia mengakui perbuatannya,” ujarnya, Jumat, 3 Juli 2020.

Baca juga:Ratusan Burung Kacer Tanpa Dokumen diamankan di Pelabuhan Bakauhuni

Dalam menyebarkan video tersebut, pelaku membuat setidaknya 10 akun dengan menggunakan foto dan identitas korban, lalu disebarkan ke salah satu grup di Facebook

“Diduga masih ada korban lain, ini yang sedang kami kembangkan.Tersangka kini masih menjalani pemeriksaan di Polda lampung dan akan dijerat dengan Pasal 45 ayat 1 Jo Pasal 27 ayat 1 UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Dipidana dengan penjara paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar,” tandas Ade.(*Red)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed