5.064 views
oleh

BLT Tak Tepat sasaran,Warga Kecewa Bakar Kantor Desa

DIFa TV News (Merangin) – Kecewa bantuan langsung tunai (BLT) tak tepat sasaran, Kantor Desa Air Batu, Kecamatan Sungai Manau, Kabupaten Merangin, Jambi dirusak dan dibakar warga.

Perusakan dan pembakaran kantor desa terjadi pada Selasa (19/5/2020) malam. Akibat kejadian tersebut fasilitas kantor desa tak dapat digunakan. Tak ada korban jiwa ataupun luka dalam peristiwa tersebut.

Menanggapi perusakan tersebut, Bupati Merangin, Alharis menyayangkan aksi anarkis warga yang melakukan perusakan kantor desa maupun membakarnya, Haris juga mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti persoalan tersebut.

Baca juga: Dipenjara 5 Tahun Atau Denda Rp 50 Juta Bagi Yang Pura-Pura Miskin Demi Terima Bantuan PKH

“Kita akan menindaklanjuti persoalan ini, tentu semua ada solusinya, jika ada warga yang merasa tak terima BLT ya ada solusinya. Tetapi tidak dengan cara merusak kantor desa maupun membakarnya,” kata Haris, Kamis (21/5/2020).

Dikatakannya pula, seharusnya apabila masyarakat menemukan penyaluran BLT tidak tepat sasaran harusnya dilaporkan ke petugas tidak malah melakukan perusakan dan membakar kantor desa.

Kantor Desa Air Batu, Kecamatan Sungai Manau, Kabupaten Merangin, Jambi yang dirusak dan dibakar warga.

“Seharusnya jika ada persoalan BLT ini tidak sesuai dan tidak tepat sasaran dilaporkan, jangan main anarkis gitu, itu kan sudah tidak baik. Kalau memang ada warga yang tidak mampu dan tidak menerima bantuan pasti ada solusinya,” ucapnya.

Ia juga mengatakan, dalam situasi pandemi Covid-19 ini seharusnya masyarakat dapat menambah diri dan tidak perlu merusak fasilitas umum.

Baca juga: Dana BLT Covid-19 Disunat, Kepala Dusun dan Anggota BPD Ditangkap

“Harusnya di kondisi Covid-19 saat ini kita semua bisa menahan diri. Tidak perlu sampai merusak maupun membakar gitu. Tidak baik. Saya rasa ini tentu harus berurusan dengan hukum,” ujarnya.

Sementara, Kapolres Merangin, AKBP M Lutfi mengatakan pihaknya sudah menarik anggotanya yang dikerahkan saat kejadian perusahaan dan pembakaran.

Aksi perusakan dan pembakaran kantor desa itu berhasil diredam oleh petugas TNI-Polri di lokasi. Ratusan polisi yang sebelumnya sempat dikerahkan kini juga telah ditarik mundur kembali lantaran kondisi sudah mulai kondusif.

Selain itu ia juga mengatakan, akan mencari saksi-saksi dan akan memproses pelaku perusakan dan pembakaran kantor desa.

“Semua petugas yang awalnya kita kerahkan saat kejadian sudah kita tarik kembali. Kondisi di lokasi saat ini sudah aman. Namun tetap proses akan berlanjut, kita akan cari saksi-saksi atas kejadian ini serta kita akan mencari provokator di balik kejadian ini,” tuturnya. (Adm)

Baca juga: Viral Keluarga PDP di Manado Mengaku ‘Disogok’, Ini Penjelasan Rumah Sakit

 

Sumber   Suara Indonesia

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed