31 views
oleh

Beras bantuan warga terdampak COVID-19 di Lampung Barat tidak layak konsumsi

DIFa TV News (Lampung Barat) – Beras bantuan untuk warga terdampak COVID-19 di Kabupaten Lampung Barat , Propinsi lampung yang disalurkan pemkab setempat nilainya sangat besar mencapai kurang lebih Rp.8,1 miliyar rupiah dinilai sangat tidak layak konsumsi.

“Salah satu item bantuan sembako yaitu beras yang kami terima tidak layak konsumsi karena berwarna kecoklatan, menggumpal dan bau,” kata salah seorang warga yang ingin identitasnya disamarkan, Lampung Barat,di pekon kubu perahu kecamatan balik bukit 11/06.

Baca juga:Catat, BLT Dana Desa Diperpanjang Jadi 6 Bulan (september 2020)

Menurut dia, salah satu item paket sembako yakni beras yang dibagikan Pemkab Lambar melalui Dinsos setempat tidak layak dikonsumsi dan lebih cocok untuk makanan hewan ternak,warnanya agak lain dan baunya kurang sedap ” katanya.

Sementara Kepala Dinas Sosial Lampung Barat M.DANANG HARISUSENO.S.Ag.MH secara terpisah membenarkan jika ada temuan bahwa beras yang disalurkan melalui pihak ketiga diduga tidak layak konsumsi.

Danang juga mengemukakan, temuan paket bahan pokok tak layak konsumsi di Lingkungan masyarakat Kabupaten  Lampung  Barat.

Pengadaan dan distribusinya dilakukan pihak ketiga.

Yang nilai pagunya luar biasa yakni kurang lebih hampir Rp. 8,1 milyar  rupiah totalnya ujar M. DANANG HARISUSENO.S.Ag.MH,beberapa hari yang lalu .

Meski begitu, dia mengaku tak tahu, jika paket sembako yang dibagikan ternyata tak layak kuwalitasnya.

Sebab, dalam pengadaan barang dan pendistribusian sembako tersebut, dilakukan oleh pihak ketiga.

Baca juga:Diduga Pengerjaan Rabat Beton Di Kecamatan Lumbok Seminung LamBar Asal-Asalan

Diungkapkan danang, pihaknya memang menunjuk jasa pihak ketiga yakni CV.ANEKA SARANA yang berkedudukan di Liwa. paket sembako berupa beras sebanyak 10 kilogram dan 4 kaleng ikan sarden untuk disalurkan kepada masyarakat yang terdampak COVID-19.

Sementara itu menurut Nopiyadi Ketua Fraksi PKS Bersatu yang merupakan Sekretaris Komisi 3 DPRD Lambar,Pemkab Lambar menganggarkan Rp 8,3 miliar untuk hal tersebut, untuk 35.000 kepala keluarga (KK) @Rp 230.000/KK (10 kg beras dan 4 kaleng ikan sarden).

“Tidak masuk logika saya, anggaran Rp230.000 hanya bisa dapat 10 kg beras kualitas buruk seperti ini dan empat kaleng ikan kemasan. Bagaimana cara menghitungnya bisa semahal itu. Kita semua tahu beras kualitas premium saat ini saja di Bulog Lambar hanya Rp.11.000. Tapi kalau kualitas yang dibagikan ini saya yakin masuk beras medium.

Hal ini hampir terjadi disetiap wilayah Lampung Barat yang menerima bantuan Covid-19 bagi warga yang terdampak.

Tokoh masyarakat meminta agar dugaan penyelewengan dana bantuan sosial berbentuk sembako dari Pemerintah Kabupaten Lampung  Barat harus diusut tuntas.

Selain terkesan dipaksakan dalam suatu pencarian anggaran, juga ditemukan dugaan korupsi dalam pengadaannya.(Adm)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed