80 views
oleh

Anies Gunakan Istilah PSBB Transisi Bukan New Normal, Golkar DKI: Membingungkan

DIFa TV News (Jakarta) – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi, istilah new normal. Golkar DKI menyebut banyaknya istilah selama pandemi virus Corona ini akan membingungkan masyarakat.

“Jangan beda-beda narasi lah, membingungkan masyarakat, kompak saja pusat dengan daerah. Saatnya kita bersatu dan tidak berbeda-beda, itu yang saat ini dibutuhkan oleh masyarakat,” kata Sekretaris Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Judistira Hermawan saat dihubungi, Kamis (4/6/2020).

Judistira menilai gagasan Anies itu tidak ada bedanya dengan istilah new normal pemerintah pusat. Dia menyebut kedua kebijakan itu relaksasi secara bertahap.

“Ya saya kira apa yg disampaikan Pak Gubernur bahwa Jakarta melanjutkan PSBB Transisi ini sifatnya sama, sejalan dengan yang dimaksud oleh pemerintah pusat melalui Pak Menko Perekonomian Pak Airlangga Hartarto, dimana PSBB lanjut hanya mulai ada relaksasi secara bertahap, baik dalam kegiatan ibadah keagamaan maupun di bidang perekonomian,” ungkapnya

Pada kebijakan itu juga diatur semua sektor kehidupan masyarakat. Yang mana, semua protokol kesehatan harus diterapkan secara ketat.

“Bukan “New normal” tapi “tatanan normal baru” di mana semua sektor kehidupan masyarakat diatur protokol kesehatan nya secara detail, agar kita bisa tetap produktif tapi terhindar dari virus COVID-19,” jelasnya.

Sebelumnya, Fraksi PDIP DKI Jakarta menyampaikan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masa transisi di Jakarta merupakan konsep normal baru atau ‘new normal’ pemerintah pusat. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hanya membedakan istilah kebijakan yang diambil.

“Ini kan cuma soal istilah saja, kalau pemerintah pusat istilahkan ‘new normal’, kalau pemerintah DKI istilahkan ‘masa transisi’. Itu saja yang membedakan,” ucap Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta, Gembong Warsono, saat dihubungi, Kamis (4/5).(Adm)

 

Sumber Detik.com

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed