55 views
oleh

Aksi Demontrasi PMII Cabang Pamekasan Berujung Bentrok dengan Polisi

DIFa TV News (Jakarta) – Aksi demontrasi yang dilakukan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan di depan kantor bupati Pamekasan berakhir dengan ricuh. Kamis, (25/06/2020).

Kericuhan masa aksi dengan petugas kepolisian terjadi karena bentuk kekecewaan mahasiswa yang tidak ditemui oleh bupati Pamekasan Baddrut Tamam.

Baca Juga:Teriak Turun Jokowi, Massa Aksi di Depan Gedung DPR Bakar Bendera PKI

Setelah lama berorasi secara bergantian, para mahasiswa menerobos masuk ke Pendopo Ronggo Sukowati Pamekasan. Tujuannya, mereka meminta untuk bertemu langsung Dengan Bupati Badrut Tamam.
Moh Lutfi ketua PMII Cabang Pamekasan mengatakan, aksi demonstrasi tersebut untuk meminta pemerintah kabupaten Pamekasan untuk menutup dan memperhentikan Galian C ilegal atau tambang ilegal yang berada di wilayah Pamekasan.

Dikatakannya, dalam surat yang dikirim demontrasi tersebut ditembuskan untuk Bupati Pamekasan, DPRD Pamekasan, Kadis DLH dan Kapolres Pamekasan.

Baca Juga:Fahri Hamzah: Kemana Kiai Maruf Pak Presiden,Kenapa Senyap?

“Diantara tembusan kami yang kirim. Tidak ada satupun yang menemui kami. Kami ingin berdiskusi dengan semuanya. Terutama dengan bupati Pamekasan,” ujarnya.

Dalam aksi tersebut, kericuhan terjadi di depan kantor Bupati Pamekasan, para masa aksi bentrok dengan kepolisian. Bahkan, terlihat ada masa aksi yang harus dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan. Sebah, ada massa aksi yang mengalami luka-luka.

Baca Juga:Gubernur Lampung Arinal Kembali Lecehkan Profesi Wartawan

Diketahui, satu masa aksi yang dirawat di rumah sakit Ahmad Rofiqi yang merupakan ketua rayon Sakera PMII komisariat IAIN Madura. (Joni Iskandar dan Zainal Aripin )

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed