oleh

Apapun Alasannya Sukarela Dan Dipatok Tetap Menyalahi Aturan

DIFa TV News (Tulang Bawang) – Mencuatnya kasus pungutan/sumbangan berbahasa sukarela namun dipatok Rp 300.000, di SMPN 3 Banjar Agung untuk mengikuti perlombaan tingkat provinsi, menuai reaksi keras dari DPRD.

Komisi IV yang membidangi persoalan pendidikan akan segera turun kesekolah tersebut. “Segera nanti akan kami koordinasikan di internal komisi. Kita siap untuk melakukan sidak. Apapun alasannya menarik sumbangan sukarela dengan dipatok angka itu sudah menyalahi aturan. ” ujar Ketua Komisi IV DPRD asal Fraksi PAN Hj.Morisman, ST Selasa,(10/02/2020).

Senada yang dikatakan,  Sekretaris komisi IV Fraksi Golkar Mika Santoso,S.k.m, juga sepakat dengan rencana sidak itu. Dirinya siap melakukan sidak menyikapi hal tersebut.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan saat dikonfirmasi media DIFa TV News via whatsApp waktu lalu mengatakan beda antara sumbangan dan pungutan, dan ada tidak aturannya, jelas Nasaruddin kadis pendidikan.

Diberitakan sebelumnya diduga sekolah meminta uang kepada wali murid, berdasarkan penjelasan Darius Komite sekolah saat dikonfirmasi wartawan via telepon,  menanggapi informasi dari salah satu orang tua wali murid prihal penarikan uang sejumlah Rp.300.000, adalah untuk keperluan mengikuti lomba UKS tingkat nasional serta pembuatan lapangan sekolah.

“Kita sudah melakukan rapat bersama orang tua/wali murid dan akhirnya sepakat dengan jumlah Rp.300.000” ucapnya .

Penarikan sejumlah uang ini lebih lanjut ia sampaikan, masih belum terkumpul dari orang tua wali murid, ujarnya.

“Dari total 150 Orang tua/wali murid ini, kami hanya mengambil dari kelas VII saja, untuk uang tersebut pun belum terkumpul dikarenakan ada yang belum setor. Jika memang tidak mampu, maka kita akan cari solusinya melalui kesepakatan,” katanya.

Darius juga mengaku bergabung disalah satu media, ia pun menambahkan, hal ini terjadi akibat lomba UKS tingkat Nasional dikarenakan dibutuhkan dana ia pun mengadakan rapat komite.

Rapat komite tersebut atas rekomendasi kepala sekolah untuk mengikuti perlombaan UKS tingkat nasional.

Terkait dengan penarikan uang sejumlah Rp.300.000 tersebut, wartawan DIFa TV News  minta tanggapan langsung kepada Kepala SMPN 3 Banjar Agung Ibu Yuni Untarmi,SPd.M.Pd, Ia pun menjawab, ” kalau dikatakan sekolah melakukan pungutan tidak benar”.

Coba tanya dengan yang ikut rapat, ada tidak kepala sekolah mengikuti rapat, munculnya nominal tersebut atas persetujuan hasil rapat ungkap Ibu Untarmi.

Dikatakan ibu kepala sekolah untuk lebih lanjut silahkan tanya dengan  ibu Eli anggota komite yang memimpin rapat tersebut.

Diungkapkan ibu Eli, gini loh bang cerita nya ibu kepala sekolah kan ngeluhnya dengan komite bahwasanya akan mengikuti lomba UKS dikarenakan tidak ada dana makanya kami mengadakan rapat.

Diceritakan ibu Eli bahwa, kami  bergerak berdasarkan bahwa, kami pernah diajak pak sekda ikut rapat untuk mengikuti lomba tingkat nasional dihadiri ibu kepala kampung.

Untuk bangunan dari Pemda siap membantu material dan dari desa pun siap, sedangkan untuk upahnya gak ada, jadi diserahkan komite dan desa.

Untuk yang melakukan sumbangan tersebut bukan kelas VII saja akan tetapi jelas IX juga.

Saat ditanyakan, “kok beda Bu dengan keterangan pak Darius, ya karena dia tidak mengikuti rapat”.

Dari total 400 siswa dana yang harus kami cari lebih kurang berjumlah Rp. 220.000.000,- dikarenakan dana tersebut sangat dibutuhkan maka kami adakan rapat Komite, tutup bu Eli.   (Dedy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed