oleh

Diduga Pungli Oknum Kaur Pemerintahan Minta Dana Rp. 700 Ribu + Rp 300 ribu Buat Yang Lainnya

DIFa TV News (Fajar Baru) – Kecewa dengan perlakuan oknum kades Fajar Baru Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan Drs. Hi. Adnan Nawawi, ML 72 tahun (Bimrois/wartawan Surat Kabar Umum DIFa TV) datang ke redaksi SKU DIFa TV untuk menceritakan perlakuan yang dia terima selama 4 hari terakhir.

YUNANI Kaur Pemerintahan Desa Fajar Baru

Adnan sejak Senin (13/01) datang ke kantor kades Fajar Baru untuk meminta Kades M. Agus Budiantoro, SH.I mengetahui dan menandatangani Surat Pernyataan guna pendaftaran pertama kali yang dibuat dan telah ditandatangani oleh pemiklik tanah ukuran lebih kurang  341 m2 yang terletak didesa Fajar Baru Jati Agung Lampung Selatan.

Saat itu Adnan tidak bertemu dengan kades Agus  karena yang bersangkutan tidak masuk, begitu pula hari kedua, ketiga dan keempat selalu gagal untuk bertemu kades, kata Adnan.

Akhirnya Kaur Pemerintahan Yunani, mengajak Adnan untuk bertemu di rumah Eko pada pukul 08.30 WIB, Yunani menanyakan Surat-surat lain seperti Sporadik dan tinjau lokasi, itu semua sudah diserahkan di BPN Lampung Selatan pada Kamis (09/01) yang lalu, jawab Adnan.

Menurut Adnan menjelaskan bahwa, dengan AJB 13 Juni 1994 telah diajukan pensertipikatannya melalui prona yang dilaksanakan PTSL tahun 2017 dan sudah diukur oleh petugas BPN bersama kadus 1 beserta pengelola lahan Sdr. Eko, namun pertengan tahun 2019 berkas lengkap permohonan dikembalikan dengan alasan kuotanya penuh.

Oleh karena itu pemilik tanah berusaha untuk mensertipikatkan tanah tersebut dengan bea sendiri, melalui prosedur administrasi terkait dengan Dinas BPPRD Kabupaten Lampung Selatan, selanjutnya di BPN minta dilengkapi surat pernyataan yang diketahui Kades Fajar Baru kecamatan Jati Agung.

Tapi Yunani bersikeras meminta minimal foto kopi nya. Anehnya dikesempatan itu juga Yunani selaku Kaur Pemerintahan meminta dana sporadik sebesar Rp. 700 ribu, ditambah teman-teman lainnya harus diberi juga, ungkap Yunani.

Mendengar penjelasan Yunani maka Adnan pemilik tanah memberikan uang Rp. 1 juta kepada Yunani dengan disaksikan oleh Sdr. Eko (pengelola tanah), dan selanjutnya setelah menyerahkan surat-surat yang diminta Yunani, pemilik tanah kembali menanyakan surat apa lagi yang perlu dibawa ke BPN Lampung Selatan, cukup dan serahkan saja surat pernyataan tersebut ke BPN, tutup Yunani.  (adn/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed