oleh

Momentum Hari Anti Korupsi, Kejari Tetapkan Dua Tersangka Korupsi RSUD Pringsewu

PRINGSEWU – Bertepatan dengan momentum Hari Anti Korupsi Internasional yang jatuh Tanggal 9 Desember.

Kejaksaan Negeri Pringsewu menetapkan dua tersangka kasus korupsi pembangunan gedung rawat inap kelas III Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Setempat.

Penetapan tersangka tersebut, berdasarkan hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang diajukan oleh Kejari Pringsewu, Alhasil, hasil audit ditemukan kerugian uang negara mencapai Rp 717 juta.

Kepala Kejaksaan Negeri Pringsewu Asep Sontani Sunarya SH., C.N mengungkapkan, Pihaknya sudah melakukan pemeriksaan dari beberapa saksi yang diduga terlibat dalam proses pembangunan gedung rawat inap kelas III tersebut.

Akan tetapi, pihaknya belum bisa memastikan siapa saja yang harus bertanggung jawab atas kerugian uang negara, karena, musti mengurai secara intensif dalam dugaan korupsi di RSUD Pringsewu.

Dengan adanya temuan kerugian uang negara, Kejari Pringsewu mentap pihak pihak yang diduga kuat sebagai tersangka dalam pembangunan RSUD Pringsewu kelas tiga diantaranya ialah, SR (PNS di RSUD Pringsewu) dan MN (Pihak Swasta).

“Kerugian ditaksir mencapai Rp 717 juta dari nilai pembangunan Rp 3,9 miliar tahun anggaran 2012 lalu”, ungkap Asep Sontani Sunarya dalam Press Release, Senin (09/12/2019) di Aula gedung Kejasaan Negeri Pringsewu di komplek Perkantoran Pemda setempat.

Ditempat sama, Median Suwardi S.H Kasi Intel Kejari Pringsewu menambahkan, dalam kasus korupsi di RSUD Pringsewu tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka bisa bertambah.

“Meski sudah ada dua tersangka yang ditetapkan, Kejari melakukan proses pendalaman, kemungkinan tersangka bisa bertambah”, imbuhnya.

Saat ditanyakan soal Kasus berbeda, terkait dugaan korupsi di tubuh KONI Pringsewu, Median Suwardi menjelaskan, kasus yang sedang ditangani oleh Korps Adiyaksa Pringsewu tersebut, masih dalam proses penyelidikan.

“Dugaan korupsi KONI masih kami proses, saat ini sudah masuk dalam proses penyelidikan,”pungkasnya. (DN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed