oleh

Tabligh Akbar dalam Rangka memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1441 H/2019 M.

DIFa TV News (Pesawaran) – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan tradisi yang sudah kental dan memasyarakat di kalangan kaum muslim. Bukan cuma di Indonesia, tradisi yang jatuh setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam tahun Hijriah itu, juga marak diperingati oleh umat Islam berbagai dunia.

Begitu pula bertempat di desa Kebagusan juga melakukan hal yang sama di Masjid Sabibul Khoir Desa Kebagusan Kec. Gedong Tataan belum lama ini. Dihadiri oleh Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona dan ratusan masyarakat memadati halaman masjid untuk mendengarkan tausiah yang disampaikan oleh Ustaz Yusuf Mansyur.

Dalam kesempatan itu juga pemkab Pesawaran memberikan santunan kepada 40 anak yatim piatu.

Dalam sambutannya Bupati berharap, dengan adanya perayaan seperti hari ini, masyarakat dapat mengenal dan mengetahui, dan bisa diterapkan dalam bermasyarakat, akan keteladanan Nabi Muhammad sebagai pembawa ajaran agama Islam,” jelasnya.

Tercatat dalam sepanjang sejarah kehidupan, bahwa nabi Muhammad SAW adalah pemimpin besar yang sangat luar biasa dalam memberikan teladan agung bagi umatnya.Untuk itu kita harus mencintai rosul dengan membaca shalawat dan mendoakannya, dengan memperbanyak shalawat Insya Allah akan selamat dunia akhirat.

Dan yang paling penting adalah mengamalkan 3 S yaitu, sabar, semangat dan senang. Dengan 3 S kita semua akan bisa mencapai apa yang kita harapkan atau cita-citakan.

Dalam konteks ini, Maulid harus diartikulasikan sebagai salah satu upaya transformasi diri atas kesalehan umat, yakni, sebagai semangat baru untuk membangun nilai-nilai “profetik” agar tercipta masyarakat madani yang merupakan bagian dari demokrasi seperti toleransi, transparansi, anti kekerasan, kesetaraan gender, cinta lingkungan, pluralisme, keadilan sosial, ruang bebas partisipasi, dan humanisme.

Kita patut meneladani buah pikiran yang cerdas dan jernih, ucapan yang santun dan lembut, serta tindakan yang arif dan bijaksana. Itulah perilaku yang diwarnai oleh akhlak mulia, akhlaqul karimah.

Akhlak mulia yang mampu menebarkan rahmatan lil-alamin, rahmat bagi semesta alam. Dalam berbagai bidang kehidupan, teladan Rasulullah masih relevan untuk diterapkan. Sebagai ilustrasi, Rasulullah mengajarkan untuk selalu bersikap adil.

Keadilan ini patut kita wujudkan dalam menjalankan kehidupan. Dengan menerapkan nilai-nilai keadilan, kita belajar untuk dapat hidup toleran dengan sesama, ikhlas meringankan beban sesama dan berjuang untuk mendapatkan hak dan perlakuan yang adil bagi sesama.

Marilah kita bersama-sama, tingkatkan terus persaudaraan sebagai sebuah bangsa, (ukhuwah wathaniyah), meningkatkan persaudaraan sesama umat manusia, (ukhuwah basyariyah), dan meningkatkan persaudaraan diantara sesama umat Islam, (ukhuwah Islamiyah).    (busro)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed