oleh

Berita Hoaks Bukan Karya Jurnalis

Berita bohong (hoaks) yang kerap disimpulkan sebagai karya jurnalis untuk menjatuhkan lawan masih menjadi senjata ampuh, di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketua Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia( AWPI) Lampung Hengki Ahmat Jazuli, secara tegas mengatakan jika berita hoak itu bukan produk jurnalis, dan tidak boleh dikaitkan dengan aktifitas jurnalis.

Jurnalis atau wartawan tidak perlu takut terjerat delik pidana dalam menyampaikan sebuah berita, sebab karya jurnalis itu sudah memenuhi unsur Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan dilindungi undang-undang Pers.

Istilah hoaks tidak boleh dikaitkan dengan karya jurnalis. Berita hoaks itu hanya bisa dikaitkan terhadap pengguna media sosial (Medsos), kata Hengki, saat menggelar diskusi publik di Lamban Kuning Kerajaan Skala Brak, Bandarlampung beberapa waktu yang lalu.

Menurut Hengki, produk jurnalis itu tidak ada yang hoaks, sebab dalam penyajianya sudah memenuhi unsur- unsur pemberitaan, jadi tidak perlu takut terjerat UU ITE.

“UU ITE tidak berlaku bagi jurnalis, sebab produk jurnalis sudah melalui proses KEJ dengan mempertimbangkan dampak dari sebuah berita,” tegasnya.

Hengki juga mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya anggota AWPI siap menjadi garda terdepan untuk mengawal proses demokrasi di negeri tercinta ini yakni NKRI.

Semoga dengan penegasan dari Ketua AWPI Lampung ini, para jurnalis bukan hanya cakap dalam menulis dan menyajikan berita, tapi juga mampu memberikan solusi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed