oleh

Sambutan Bupati Pesawaran Dalam Rangka Menyambut Tahun Baru Islam 1441 H

DIFa TV News (Pesawaran) – Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, K,ST. bersama masyarakat Desa Sukaraja mengikuti Tabligh Akbar sekali gus memberika santunan Anak Yatim Dalam Rangka Tahun Baru Islam, 1 Muharam 1441 H Tahun 2019, di lapangan merah desa Sukaraja Kecamatan Gedung Tataan Kabupaten Pesawaran, Minggu (22/9/2019).

Tabligh Akbar kali ini menghadirkan KH. Muhayat dari Lampung Tengah sebagai penceramah. yang diselenggarakan oleh Majelis Dzikir Mujahadah Nihadlul Mustaghfirin.
Dalam kesempatan tersebut ikut mendampingi bupati, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan, Kepala Bagian Kesosmas, serta Camat Gedong Tataan.

Awal sambutannya bupati menyampaikan, rasa syukur Allah SWT serta sholawat dan salam pada nabi Allah yaitu nabi Muhammad SAW.

Lebih selanjutnya bupati mengatakan bahwa, atas nama pribadi, pemerintah dan masyarakat Kabupaten Pesawaran, mengucapkan terima kasih kepada Majelis Dzikir Mujahadah Nihadlul Mustaghfirin dan seluruh panitia atas terselenggaranya acara pada hari ini. Saya menilai ini adalah kegiatan yang sangat positif, apalagi kegiatan ini dibarengi dengan pemberian santunan kepada anak yatim piatu.

Bila kita mau menjalankan perintah Allah, baik yang wajib maupun yang sunah dengan ikhlas semata-mata mencari ridho Allah SWT, berarti kita telah mendapat keberuntungan yang sangat besar, berupa pahala sebagai bekal di akhirat kelak. Mencari ridho Allah SWT juga dapat melalui santunan kepada anak yatim piatu dan rangkaian kegiatan lainya, seperti yang kita selenggarakan pada hari ini. Dimana kegiatan ini bertujuan untuk berbagi kasih bagi seluruh masyarakat yang mampu secara finansial, agar dapat menyumbangkan sebagian kekayaannya, dan disumbangkan untuk mereka yang tidak mampu sebagaimana disabdakan Rasulullah Muhammad SAW.

Kita tidak perlu takut kehilangan harta benda karena menyantuni anak yatim. Sebab tidak ada ceritanya orang menjadi miskin karena menyantuni anak yatim dan beramal di jalan Allah. Justru orang yang gemar beramal karena ridho Allah hartanya tidak akan habis begitu saja, namun sebaliknya akan terus bertambah kata bupati.

Untuk itu, mari kita evaluasi perjalanan hidup kita selama satu tahun sebelumnya, amalan apa yang sudah kita perbuat, jasa dan kemanfaatan apa yang sudah kita berikan kepada sesama manusia. Mari kita perhitungkan, kita perhatikan dan kita koreksi diri kita masing-masing, karena hal ini merupakan suatu tindakan yang mesti kita lakukan kapan saja, dimana saja kita berada. Hal ini sebagai tolak ukur apakah kita tergolong sebagai sebaik-baik manusia, tutup bupati.  (Busro)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed