oleh

Readvokasi dan Koordinasi Pelaksanaan Imunisasi Measles dan Rubella

Derisia Online – Bertempat di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung kemarin Kamis (13/09/18) berlangsung acara ReAdvokasi dan Koordinasi Pelaksanaan Imunisasi Measles dan Rubella (MR).

Kegiatan tersebut diselenggarakan atas kerjasama Unicef dengan Kementerian Kesehatan, dan Pemerintah Kota Bandar Lampung diikuti oleh para Kepala Sekolah (SD dan SMP) Negeri dan Swasta Se-Kota Bandar Lampung.

Hadir pada kegiatan tersebut wakil Ketua MUI Provinsi Lampung Dr. Suryani M. Nur, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung Desti Mega Putri, Kepala Bidang Bina P2PL Dinas Kesehatan Provinsi Lampung drg Anita Andriyani, Perwakilan Unicef Hj Titi Sari, Plt Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung Eka Afriana Novel, dan Komite Daerah Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komda PP KIPI) Bandar Lampung.

Derisia Online (Group DIFa TV) yang sempat mewawancarai pihak MUI (Dr, H. Suryani. M. Nur) via hp. tentang adanya dua pendapat para Ulama masalah immunisasi MR yakni ada yang mengharamkan dan ada yang membolehkan dengan alasan darurat.

Suryani menjawab bahwa, pertama informasi penting dari orang orang yang berkopeten  seperti kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Komisi Anak, WHO, Unicef bahwa sangat berbahaya bagi anak di dunia jika tidak segera diimunisasi MR. Kedua saat ini sudah 143 negara di dunia termasuk Arab Saudi yang melaksanakan instruksi WHO tersebut. Walau pun demikian MUI tetap mendorong agar pemerintah segera mencarikan solusi sebagai pengganti MR. Dan ketiga saat ini walaupun kandungan itunya sudah nol tapi tetap mubah atau darurat, itu hasil pengkajian dari para ahli agama, ahli tafsir, ahli kesehatan, tutup Suryani.     (hbn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed